DERIVASI KATA ANJAY
Kajian Problematika Penggunaan Bahasa Indonesia dari
Aspek Kata
Pada 19 Agustus yang lalu, kata ‘Anjay’
menjadi perbincangan hangat. Hal itu
terjadi karena Youtuber, Lutfi Agizal
mempermasalahkan penggunaan bahasa gaul tersebut. Dalam video berjudul “Ngomong
Anjay Bisa Merusak Moral Bangsa!!! #EdukasiLihatAjaDulu” yang diunggah di akun
Youtube-nya pada 19 Agustus lalu, ia membahas kata Anjay yang menurutnya
memiliki makna yang cukup kasar. Di dalam videonya, Lutfi Agizal menyatakan
bahwa kata ‘Anjay’ yang sering diucapkan oleh anak remaja memiliki makna yang
kasar dan dapat merusak moral bangsa.
Nah, apa sih arti
sebenarnya kata ‘Anjay’, dan bagaimana secara etimologinya?
Kata
‘Anjay’ termasuk bahasa prokem atau biasa kita kenal dengan bahasa gaul. Lalu,
apa sih bahasa prokem itu? Menurut Kementrian Bahasa dan Kebudayaan, bahasa
prokem adalah bahasa sandi, yang dipakai
dan digemari oleh kalangan remaja tertentu.
Kata
‘Anjay’ merupakan sebuah kata yang diplesetkan dari kata ‘Anjing’. Karena kata
‘Anjing’ yang dianggap terlalu kasar maka, para remaja memplesetkan kata
tersebut menjadi kata ‘Anjay’, agar terdengar lebih halus.
Dari
segi etimologinya, kata ‘Anjay’ tidak hanya sekadar ungkapan kasar, melainkan
kata ‘Anjay’ mempunyai makna yang beragam. Kata ‘Anjay’ bisa digunakan sebagai
ungkapan ketika melihat atau mendengar sesuatu yang keren. Kata tersebut
merupakan istilah kata multi-situasi yang dapat digunakan dalam suasana bahagia
hingga marah. Tidak hanya kata ‘Anjay’, kata Anjir, njir, dan njer juga
mempunyai arti yang sama seperti kata ‘Anjay’ yaitu, kata ‘Anjing’. Prof.
Fathur Rokhman, guru besar sosiolinguistik Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyatakan
bahwa, “Kata ‘anjay’ tidak tepat jika digunakan dalam komunikasi umum. Secara
etimologis, kata ‘anjay’ berasal dari bentukan kata anjing yang diderivasi
morfologis untuk fungsi penghalusan. Namun, kata itu tidak elok digunakan
karena tidak santun.” Sedangkan, menurut bahasa Sansekerta kata ‘Anjay mempuyai
arti tak terkalahkan, biasanya digunakan untuk nama anak laki-laki.
Walaupun
tidak ada larangan penggunaan kata ‘Anjay’ di masyarakat, sebaiknya para pemuda
tidak menggunakan kata tersebut, karena dinilai kurang memiliki nilai
kesopanan.
Nama : Noviardi Fadilatul Rahman
Kelas : A2 PBSI 2020
Mata Kuliah : MKU Bahasa Indonesia
Komentar
Posting Komentar